LASTRASA SMANSA
Bulan Bahasa
Untuk
memperingati bulan bahasa, Sekbid bahasa melakukan program kerja yang disebut Lastrasa.
Lastrasa singkatan dari
Laskar Sastra Smansa, yang berarti Parade Bahasa Smansa. “Untuk tema kali ini kita mengambil tema Sastra Prawara
Bhayangkara, yang berarti bahasa yang paling terkemuka
dan luar biasa,” Penjelasan
dari salah satu
anggota panitia
penyelenggara Lastrasa. Lastrasa sendiri telah
menetapkan tujuan untuk menyalurkan minat, bakat dan kreativitas siswa di
bidang sastra linguistik dan secara tidak langsung mendorong siswa untuk tetap
produktif meski dalam fase pandemi. “Lastrasa juga ingin mengajak mahasiswa
untuk melestarikan budaya bahasa dan bangga dengan bahasa Indonesia.”
Ditambahkan satu dari panitia penyelenggara.
| Kesibukan pembawa acara Sumber: OASE |
Apa Saja Acara Lasastra ?
Di dalam
acara Lastrasa ini juga terdapat beberapa lomba seperti Infografis, Surat untuk
Indonesia, dan Mendongeng. “Sebetulnya kita memilih lomba yang berbeda dari
tahun sebelumnya karena lomba tahun lalu dan lomba yang hendak
kita adakan, sudah
diselenggarakan pada bulan Agustus lalu,” Jelas salah satu panitia
penyelenggara. “Kita takutkan apabila memilih lomba yang sama dengan
sebelumnya, siswa siswi yang ikut serta akan merasa bosan.” Tambahnya. Alasan
dipilihnya lomba Surat untuk Indonesia tidak lain adalah agar siswa siswi dapat
belajar mengungkapkan dan menyampaikan pesan pesan mereka. Sedangkan untuk
lomba Infografis yang bertema pahlawan, bertujuan agar siswa siswi mengulik
kembali tentang pahlawan Indonesia, sehingga secara tidak langsung hal tersebut
juga menambah ilmu mereka. Terkahir,
lomba Mendongeng yang bertema cerita legenda, lomba ini diadakan bertujuan
untuk membuat siswa siswi kembali menghidupkan cerita legenda Indonesia. Tidak
hanya itu saja, panitia lomba juga telah melakukan upaya demi membuat siswa
tertarik pada perlombaan yang akan diselenggarakan. Diantaranya seperti yang
sudah dijelaskan salah satu panitia penyelenggara berikut, “Kita akan memberi
hadiah untuk para pemenang perlombaan dan tentunya kegiatan ini sendiri akan
berdampak baik bagi seluruh siswa siswi Smansa baik ada maupun tidak ada
hadiahnya”. Hal itu ditambah dengan dipermudahnya bagi para peserta lomba dalam
cara pengerjaannya. Antara lain, tiap kelas hanya diminta mengajukan satu
perwakilan dalam setiap lomba, dan 2 dari 3 lomba tersebut (Surat untuk
Indonesia dan Infografis) dapat dikerjakan oleh satu kelas maupun satu
perwakilan saja. Dan panitia lomba juga mewajibkan lomba untuk setiap kelas dan
apabila ada yang tidak mengikuti lomba, maka akan dikenakan denda, seperti
dengan apa yang sudah dicantumkan di junkis perlombaan.
![]() |
| Infografis Sumber: #infografislastrasa |
![]() |
| Surat untuk Indonesia Sumber: #suratuntukindonesialastrasa |
![]() |
| Dongeng Lastrasa Sumber: #dongenglastrasa |
![]() |
| Twibbon Sumber: #smansasolo |
Penutupan Lasastra
22 Oktober
2021 bertepatan dengan hari Jumat. Penutupan Laskar Sastra
Smansa (Lastrasa) dilaksanakan. Pada saat penutupan, pertama-tama
kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan ketua panitia akan menyampaikan
sambutan pada acara
penutupan berlangsung.
Selanjutnya setelah sambutan, diumumkan pemenang disertai dengan pembacaan
surat-surat para peserta yang memperoleh juara 1 dalam ajang lomba yang diselenggarakan oleh komisi
panitia. Tak hanya
itu, Lastrasa juga bekolaborasi dengan
salah satu ekskul
Smansa yang dikenal dengan sebutan "Teater Kosong" atau sering disingkat dengan
"Teko". Seperti yang dikatakan salah satu panitia, “Kami juga berkalaborasi dengan
“Teko”. Jadi, “Teko” akan menampilkan pertunjukan pertunjukan yang diberi
judul, “Bangga Berbahasa Indonesia”. Sesaat kemudian, acara penutupan yang
semula berlangsung di Zoom disambungkan dengan live streaming YouTube.
Pada sesi penutupan Lastrasa, tim Lastrasa menghadapi
beberapa kendala berisiko.
Salah satu personality dari acara Lastrasa
mengatakan, “Rencana
awal, lomba dongeng akan akan diadakan secara offline karena sebetulnya sudah
diperbolehkan untuk melaksanakan program kerja secara offline. Tentunya, dengan tetap
mematuhi protokol
kesehatan yang ketat dan pembatasan panitia serta peserta selama acara
berlangsung”. Walau
sudah direncanakan sedemikian rupa, ternyata kendala yang sangat dirasakan lebih
merujuk pada
dana yang tidak
mencukupi. Lalu, juga sempat terjadi kesalahan dari segi kebahasaan oleh sie
fasil. Upaya yang dilakukan dalam menyikapi permasalahan tersebut adalah mengubah
kegiatan dari
offline menjadi online. “Untuk masalah
waktu, kami tidak memaksakan. Jadi, kami putuskan untuk online.” Ujar panitia Lastrasa. Sehingga,
dana yang kurang bisa
dicarikan terlebih dahulu melalui Program Danusa (Dana Usaha).
“Kami mengadakan Program
Danusa dengan menjual
asinan Bogor, ayam bakar,
dan beberapa snack ringan.”
Ujar salah seorang panitia. Lalu, kesalahan dari
segi kebahasaan oleh panitia
sie fasil maupun sie
humas ditindaklanjuti dengan
koordinasi kepada seluruh fasil dalam bentuk pemberitahuan via
chat sehingga masalah dapat langsung teratasi.





0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih bagi yang sudah bersedia berkomentar. Semoga makin ganteng dan cantik serta lancar rezekinya. Amiin!