Jumat, 22 Oktober 2021

LASTRASA SMANSA

Bulan Bahasa  

    Untuk memperingati bulan bahasa, Sekbid bahasa melakukan program kerja yang disebut Lastrasa. Lastrasa singkatan dari Laskar Sastra Smansa, yang berarti Parade Bahasa Smansa. “Untuk tema kali ini kita mengambil tema Sastra Prawara Bhayangkara, yang berarti  bahasa yang paling terkemuka dan luar biasa,” Penjelasan dari salah satu anggota panitia penyelenggara Lastrasa. Lastrasa sendiri telah menetapkan tujuan untuk menyalurkan minat, bakat dan kreativitas siswa di bidang sastra linguistik dan secara tidak langsung mendorong siswa untuk tetap produktif meski dalam fase pandemi. “Lastrasa juga ingin mengajak mahasiswa untuk melestarikan budaya bahasa dan bangga dengan bahasa Indonesia.” Ditambahkan satu dari panitia penyelenggara.

Kesibukan pembawa acara
Sumber: OASE

Apa Saja Acara Lasastra ?

    Di dalam acara Lastrasa ini juga terdapat beberapa lomba seperti Infografis, Surat untuk Indonesia, dan Mendongeng. “Sebetulnya kita memilih lomba yang berbeda dari tahun sebelumnya karena lomba tahun lalu dan lomba yang hendak kita adakan, sudah diselenggarakan pada bulan Agustus lalu,” Jelas salah satu panitia penyelenggara. “Kita takutkan apabila memilih lomba yang sama dengan sebelumnya, siswa siswi yang ikut serta akan merasa bosan.” Tambahnya. Alasan dipilihnya lomba Surat untuk Indonesia tidak lain adalah agar siswa siswi dapat belajar mengungkapkan dan menyampaikan pesan pesan mereka. Sedangkan untuk lomba Infografis yang bertema pahlawan, bertujuan agar siswa siswi mengulik kembali tentang pahlawan Indonesia, sehingga secara tidak langsung hal tersebut juga menambah ilmu mereka. Terkahir, lomba Mendongeng yang bertema cerita legenda, lomba ini diadakan bertujuan untuk membuat siswa siswi kembali menghidupkan cerita legenda Indonesia. Tidak hanya itu saja, panitia lomba juga telah melakukan upaya demi membuat siswa tertarik pada perlombaan yang akan diselenggarakan. Diantaranya seperti yang sudah dijelaskan salah satu panitia penyelenggara berikut, “Kita akan memberi hadiah untuk para pemenang perlombaan dan tentunya kegiatan ini sendiri akan berdampak baik bagi seluruh siswa siswi Smansa baik ada maupun tidak ada hadiahnya”. Hal itu ditambah dengan dipermudahnya bagi para peserta lomba dalam cara pengerjaannya. Antara lain, tiap kelas hanya diminta mengajukan satu perwakilan dalam setiap lomba, dan 2 dari 3 lomba tersebut (Surat untuk Indonesia dan Infografis) dapat dikerjakan oleh satu kelas maupun satu perwakilan saja. Dan panitia lomba juga mewajibkan lomba untuk setiap kelas dan apabila ada yang tidak mengikuti lomba, maka akan dikenakan denda, seperti dengan apa yang sudah dicantumkan di junkis perlombaan.

Infografis
Sumber: #infografislastrasa 

Surat untuk Indonesia
Sumber: #suratuntukindonesialastrasa

Dongeng Lastrasa
Sumber: #dongenglastrasa
Twibbon
Sumber: #smansasolo

Penutupan Lasastra 

    22 Oktober 2021 bertepatan dengan hari Jumat. Penutupan Laskar Sastra Smansa (Lastrasa) dilaksanakan. Pada saat penutupan, pertama-tama kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan ketua panitia akan menyampaikan sambutan pada acara penutupan berlangsung. Selanjutnya setelah sambutan, diumumkan pemenang disertai dengan pembacaan surat-surat para peserta yang memperoleh juara 1 dalam ajang lomba yang diselenggarakan oleh komisi panitia. Tak hanya itu, Lastrasa juga bekolaborasi dengan salah satu ekskul Smansa yang dikenal dengan sebutan "Teater Kosong" atau sering disingkat dengan "Teko". Seperti yang dikatakan salah satu panitia, “Kami juga berkalaborasi dengan “Teko”. Jadi, “Teko” akan menampilkan pertunjukan pertunjukan yang diberi judul, “Bangga Berbahasa Indonesia”. Sesaat kemudian, acara penutupan yang semula berlangsung di Zoom disambungkan dengan live streaming YouTube.

  

    Pada sesi penutupan Lastrasa, tim Lastrasa menghadapi beberapa kendala berisiko. Salah satu personality dari acara Lastrasa mengatakan, “Rencana awal, lomba dongeng akan akan diadakan secara offline karena sebetulnya sudah diperbolehkan untuk melaksanakan program kerja secara offline. Tentunya, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat dan pembatasan panitia serta peserta selama acara berlangsung”. Walau sudah direncanakan sedemikian rupa, ternyata kendala yang sangat dirasakan lebih merujuk pada dana yang tidak mencukupi. Lalu, juga sempat terjadi kesalahan dari segi kebahasaan oleh sie fasil. Upaya yang dilakukan dalam menyikapi permasalahan tersebut adalah mengubah kegiatan dari offline menjadi online. “Untuk masalah waktu, kami tidak memaksakan. Jadi, kami putuskan untuk online.Ujar panitia Lastrasa. Sehingga, dana yang kurang bisa dicarikan terlebih dahulu melalui Program Danusa (Dana Usaha). “Kami mengadakan Program Danusa dengan menjual asinan Bogor, ayam bakar, dan beberapa snack ringan. Ujar salah seorang panitia. Lalu, kesalahan dari segi kebahasaan oleh panitia sie fasil maupun sie humas ditindaklanjuti dengan koordinasi kepada seluruh fasil dalam bentuk pemberitahuan via chat sehingga masalah dapat langsung teratasi.

 


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna Veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat.

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih bagi yang sudah bersedia berkomentar. Semoga makin ganteng dan cantik serta lancar rezekinya. Amiin!

REKRUTMEN TERTUTUP

14 Juli - 1 Agustus 2022