SMANSA BASKETBALL LEAGUE
keseruan pertandingan basket
sumber : oase
SURAKARTA - Jumat (16/3/2018), Smansa Basketball League telah sampai di babak final. Dimulai pada pukul 14.00, tim X 4 yang terdiri dari kelas X MIPA 4 dan X MIPA 8 bertanding melawan tim XI 2 yang terdiri dari kelas XI MIPA 3 dan XI MIPA 5. Dilanjutkan tim X 3 yang terdiri dari X MIPA 2 dan X MIPA 7 melawan XI 5 yang terdiri dari XI MIPA 6 dan XI MIPA 9. Tim-tim diatas telah berhasil menyisihkan lawan pembasket lain dari kelas X dan XI melaui tahap round 1, round 2, dan semi-final.
Melalui lomba tahap final ini akan
diambil juara 1, 2, dan 3. Selain itu,
dalam lomba SBL ini terdapat nominasi juara yang lain, yaitu MVP (Most Valuable
Player) atau pemain terbaik dan best supporter.
Total terdapat 10 tim dari 22 kelas (kelas X dan XI), dimana dalam satu tim terdiri dari 2 kelas, kecuali kelas IPS, dimana ke-empat kelas tersebut digabung sebagai 1 tim. Menurut keterangan dari Fahmi Assidiqi, salah seorang panitia, semua kelas mengikuti turnamen basket yang diselenggarakan OSIS SMAN 1 Solo ini. Hal ini membuktikan partisipasi warga SMANSA patut kita acungi jempol.
Babak final pertama dimulai pada pukul 14.20. Waktu ini meleset 20 menit dari perkiraan awal, dimana final SBL ini semula direncanakan mulai pada pukul 14.00. Kebanyakan para pemain memakai pakaian santai berupa celana pramuka dengan atasan kaos tanpa kerah. Tak ketinggalan rompi warna putih dan hitam untuk membedakan masing-masing tim. Hal yang mungkin luput pengamatan para penonton dimana terdapat pemain yang mengenakan alas kaki berupa sepatu sandal. Wah, tentunya final SBL kali ini sarat dengan kearifan lokal ya sobat OASE!
Acara final SBL juga dimeriahkan dengan kehadiran Onerous. Para dancer lincah asuhan Mas Timbul ini membawakan tarian modern dengan remix lagu-lagu barat ber-style hip-hop dan girlstyle yang kece abis. Banyak penonton yang antusias melihat penampilan Onerous disela acara sebelum babak terakhir dimulai.
Tetapi para penonton terpaksa harus menyimpan rasa penasaran mereka sampai waktu yang belum ditentukan karena babak final terakhir harus diundur karena hujan lebat yang mengguyur SMANSA tepat sebelum pertandingan dimulai.
Total terdapat 10 tim dari 22 kelas (kelas X dan XI), dimana dalam satu tim terdiri dari 2 kelas, kecuali kelas IPS, dimana ke-empat kelas tersebut digabung sebagai 1 tim. Menurut keterangan dari Fahmi Assidiqi, salah seorang panitia, semua kelas mengikuti turnamen basket yang diselenggarakan OSIS SMAN 1 Solo ini. Hal ini membuktikan partisipasi warga SMANSA patut kita acungi jempol.
Babak final pertama dimulai pada pukul 14.20. Waktu ini meleset 20 menit dari perkiraan awal, dimana final SBL ini semula direncanakan mulai pada pukul 14.00. Kebanyakan para pemain memakai pakaian santai berupa celana pramuka dengan atasan kaos tanpa kerah. Tak ketinggalan rompi warna putih dan hitam untuk membedakan masing-masing tim. Hal yang mungkin luput pengamatan para penonton dimana terdapat pemain yang mengenakan alas kaki berupa sepatu sandal. Wah, tentunya final SBL kali ini sarat dengan kearifan lokal ya sobat OASE!
Acara final SBL juga dimeriahkan dengan kehadiran Onerous. Para dancer lincah asuhan Mas Timbul ini membawakan tarian modern dengan remix lagu-lagu barat ber-style hip-hop dan girlstyle yang kece abis. Banyak penonton yang antusias melihat penampilan Onerous disela acara sebelum babak terakhir dimulai.
Tetapi para penonton terpaksa harus menyimpan rasa penasaran mereka sampai waktu yang belum ditentukan karena babak final terakhir harus diundur karena hujan lebat yang mengguyur SMANSA tepat sebelum pertandingan dimulai.
Pertandingan final SBL akhirnya
dilanjutkan pada hari Sabtu (31/3) siang hari pukul 14.30. Singkat cerita, SBL
tahun ini akhirnya dimenangkan oleh tim kelas XI dengan total skor 24-28.
sumber : oase
“Kalau persiapannya sih, seminggu sebelum SBL. Tapi SBL ini proker OSIS,
jadi setiap tahun diselenggarakan,” ungkap Dirgantara K. P. (XI MIPA 8) selaku
ketua panitia penyelenggara. “Tujuan diadakannya event ini, ya, untuk
meningkatkan kreativitas dan merekatkan solidaritas antar angkatan.”
Ketua panitia penyelenggara SBL yang biasa dipanggil dengan nama Arga
itu juga menuturkan kendala yang dihadapi, seperti hujan deras yang
mengakibatkan pertandingan diundur.
OASE juga berkesempatan mewawancarai salah satu pemain, yakni Naufal
Widi Adiawan (X MIPA 2) yang tergabung
dalam tim X 3 sebagai Juara 2. “Kelebihan dari acara ini, yaitu bisa
mengakomodasi para penggemar basket dan menyediakan kesempatan bagi mereka
untuk mengasah bakatnya. Sedangkan kekurangannya, menurut kami terletak pada
pemilihan wasit yang kurang baik dalam mengambil keputusan. Selain itu,
fasilitas seperti konsumsi (minum) dan rompi yang disediakan juga masih
kurang,” ungkapnya saat ditanyai tim tentang masukan dan saran untuk bisa lebih
memajukan acara ini. “Rasanya antara seneng dan nggak seneng. Nggak senengnya
karena dapet Juara 2. Sebenarnya Juara 2 itu udah bagus, tapi kalo Juara 1 kan
lebih bagus lagi,” kesannya sambil tersenyum.


0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih bagi yang sudah bersedia berkomentar. Semoga makin ganteng dan cantik serta lancar rezekinya. Amiin!