TEATER KOSONG: PETANG DI TAMAN
"...senja berpayung awan jingga,
indah membalut taman kota,
tertawa ceria tak hiraukan segalanya,
kenangan tersimpan semua di dalamnya..."
Begitulah alunan indah suara penyanyi serta permainan musik mengawali pertunjukkan Teater Kosong pada hari kemarin (1/10). Bersama Budi Bodot sebagai sutradara, Teater Kosong menggelar pertunjukkan bertajuk "Petang di Taman" yang telah sukses dihelat kemarin. Pertunjukkan ini dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama pukul 16.00 WIB dilanjutkan sesi kedua pukul 19.00 WIB.
Pada sore hari, area SMAN 1 Surakarta telah dipadati oleh para penonton yang datang dari berbagai kalangan, mulai dari siswa SMA 1 sendiri, siswa sekolah lain, dan para guru serta orang tua siswa.
Di lapangan ping pong juga tersedia bazaar yang menawarkan macam-macam makanan yang menggugah selera, mulai dari takoyaki, spaghetti, sampai sosis bakar dan masih banyak lagi.
Saat pementasan dimulai, penonton tampak antusias dengan penampilan Teater Kosong. Desain panggung, lightning, kostum, serta make up disuguhkan dengan begitu apik dan rapi. Para pemain pun all out membawakan pentas.
"Petang di Taman" berkisah tentang sebuah keberagaman, di mana di sebuah taman terdapat banyak orang dari berbagai kalangan, latar belakang, dan juga pendapat. Suatu ketika, mereka dihadapkan kepada berbagai persoalan yang membuat mereka beradu pendapat masing-masing.
"...di tempat umum, pastilah ada pendapat umum. Kalau punya pendapat pribadi, jangan ke tempat umum!"
Begitulah salah satu dialog penuh makna yang dikutip dari penampilan malam kemarin. "
Amanat yang ingin kami sampaikan melalui cerita ini adalah setiap orang bebas berpendapat di tempat umum. Kita juga harus menghargai dan mengapresiasi opini orang lain," tutur Khansania dari XI MIPA 8 selaku Ketua Pelaksana. "Melalui pertunjukkan ini, kami dari Teater Kosong berharap agar setiap karya yang kita nikmati harus kita apresiasi sepenuhnya," lanjutnya.
Selain itu, pentas ini juga memberikan kesan
tersendiri bagi para pemainnya.
"Penuh tantangan," ujar seorang
pemain, "kami benar-benar mengalami acting
yang sebenarnya, contohnya nahan ketawa di saat benar-benar ingin ketawa,"
ungkapnya saat ditanya bagaimana kesan mereka.
"Pemainnya kompak, bagus, lighting-nya apik, terasa seperti teater
yang sebenarnya," komentar salah satu penonton, "memang di awalnya
ada kendala di mic dan sound nya, suaranya jadi kayak enggak
jelas gitu. Tapi overall lucu, dan keren!!"
pujinya.
Dari Kepala Sekolah SMAN 1 Surakarta, Ibu Sri Harminingsih, dalam sambutannya mengungkapkan rasa apresiasi dan salutnya terhadap Teater Kosong yang telah menyelenggarakan pertunjukkan ini. "Saya salut dan senang atas kerja keras Teater Kosong. Maka dari itu, mari kita beri mereka apresiasi penuh," tandasnya. ~






0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih bagi yang sudah bersedia berkomentar. Semoga makin ganteng dan cantik serta lancar rezekinya. Amiin!