FESTIVAL SENI JATENG 2015 : Teater Kosong, Seniman Muda SMANSA Solo (30/9)
Pada (30/9) malam hari, Teater Arena
telah dipadati oleh penonton dari berbagai generasi, mulai dari anak-anak, kawula
muda dan orang tua. TEKO - panggilan akrab Teater Kosong, menyuguhkan penampilannya
setelah Teater Biroe. Bersama Heru Gembul sebagai Sutradara, TEKO menampilkan
‘Dongeng Terakhir’ yang diadaptasi dari cerita pendek karya William Marc yang
berjudul ‘Dongeng Aesop Yang Terakhir’. Salah satu kru Teater Kosong
menjelaskan bahwa cerita ini menggabungkan tiga cerita yaitu cerita tentang dua
orang arab dan seorang budak, pemuda dan pohon kemudian dewa angin dan dewa
matahari.
| Teater Kosong beraksi (sumber : OASE) |
| Suasana penonton yang hadir dalam pertunjukan tersebut (sumber : OASE) |
| Dewa Matahari (sumber : OASE) |
| Panggung Pementasan (sumber : OASE) |
Ketika
pementasan dimulai penonton tampak antulias dengan penampilan TEKO. Kostum yang
digunakan begitu kreatif dan menarik. Para pemainpun tampil all out. Dari cerita tersebut TEKO ingin
menyampaikan sebuah pesan bahwa “Jika kalian bertempur mengandalkan kekuatan
maka tidak akan ada yang menang, malah akan menghancurkan lingkungan” ujar
salah satu kru dari TEKO. “Menurut saya pementasan teater kali ini bagus.
Teater memang memiliki banyak genre seperti teater Biroe yang seius dan
treatikal, dari SMA 1, SMA 6 dan SMA 2 yang menyuguhkan teater yang musikal.”
Terang ibu Faifda, salah satu penoton yang ternyata merupakan Kasmaji tahun 1989.
| Penampilan teater dari sekolah lain (sumber : OASE) |
| Salah satu pemain teater dari sekolah lain sedang menunjukan bakatnya (sumber : OASE) |
| Untuk Tuhan, untuk sesama manusia, dan untuk alam semesta, TEATER KOSONG! (sumber : OASE) |
Melalui
acara tersebut, terdapat harapan yang ingin disampaikan kepada pemerintah
melalui acara ini. “Saat ini penghasilan seniman tidak sebanding dengan usaha
mereka yang sudah mencurakan pikiran, perasaan dan tenaga untuk melakoninya, diharapkan
pemerintah lebih memperhatikan pelakon seni sehingga seni bisa memiliki esensi
di masyrakat sehingga tidak dipandang sebelah mata” terang Aji Sukma, salah
satu anggota Teater Kosong.
0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih bagi yang sudah bersedia berkomentar. Semoga makin ganteng dan cantik serta lancar rezekinya. Amiin!