Kamis, 01 Oktober 2015

FESTIVAL SENI JATENG 2015 : Teater Kosong, Seniman Muda SMANSA Solo (30/9)
Selasa, 29 September-Rabu, 30 September 2015 telah diselenggarakan Festival Seni Jawa Tengah di Taman Budaya Jawa Tengah yang diselanggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang bekerja sama dengan kelompok teater yang berada di Surakarta. Judul yang diangkat kali ini adalah Teater 30menitan. Ada enam kelompok teater yang tampil dalam pementasan. Pada hari pertama (29/9) ada 3 kelompok yang tampil yakni Teater Prodo (SMA Batik 1 Surakarta), Teater Golek (SMA 4 Surakarta), dan Teater Sembilan (SMK 9 Surakarta). Dilanjut dihari kedua (30/9) ada 3 penampil yaitu Teater Biroe (SMA Joseph Surakarta), Teater Kosong (SMA 1 Surakarta), dan Teater Tulang (SMA 6 Surakrta) yang berkolaborasi dengan  Teater Citra Mandiri dari SMA 2 Surakarta.
            Pada (30/9) malam hari, Teater Arena telah dipadati oleh penonton dari berbagai generasi, mulai dari anak-anak, kawula muda dan orang tua. TEKO - panggilan akrab Teater Kosong, menyuguhkan penampilannya setelah Teater Biroe. Bersama Heru Gembul sebagai Sutradara, TEKO menampilkan ‘Dongeng Terakhir’ yang diadaptasi dari cerita pendek karya William Marc yang berjudul ‘Dongeng Aesop Yang Terakhir’. Salah satu kru Teater Kosong menjelaskan bahwa cerita ini menggabungkan tiga cerita yaitu cerita tentang dua orang arab dan seorang budak, pemuda dan pohon kemudian dewa angin dan dewa matahari. 

Teater Kosong beraksi
(sumber : OASE)
Suasana penonton yang hadir dalam pertunjukan tersebut
(sumber : OASE)
Dewa Angin
(sumber : OASE)


Dewa Matahari
(sumber : OASE)
Panggung Pementasan 
(sumber : OASE)
Ketika pementasan dimulai penonton tampak antulias dengan penampilan TEKO. Kostum yang digunakan begitu kreatif dan menarik. Para pemainpun tampil all out. Dari cerita tersebut TEKO ingin menyampaikan sebuah pesan bahwa “Jika kalian bertempur mengandalkan kekuatan maka tidak akan ada yang menang, malah akan menghancurkan lingkungan” ujar salah satu kru dari TEKO. “Menurut saya pementasan teater kali ini bagus. Teater memang memiliki banyak genre seperti teater Biroe yang seius dan treatikal, dari SMA 1, SMA 6 dan SMA 2 yang menyuguhkan teater yang musikal.” Terang ibu Faifda, salah satu penoton yang ternyata merupakan Kasmaji tahun 1989.
Penampilan teater dari sekolah lain
(sumber : OASE)
Salah satu pemain teater dari sekolah lain sedang menunjukan bakatnya
(sumber : OASE)
Untuk Tuhan, untuk sesama manusia, dan untuk alam semesta, TEATER KOSONG!
(sumber : OASE)
 Melalui acara tersebut, terdapat harapan yang ingin disampaikan kepada pemerintah melalui acara ini. “Saat ini penghasilan seniman tidak sebanding dengan usaha mereka yang sudah mencurakan pikiran, perasaan dan tenaga untuk melakoninya, diharapkan pemerintah lebih memperhatikan pelakon seni sehingga seni bisa memiliki esensi di masyrakat sehingga tidak dipandang sebelah mata” terang Aji Sukma, salah satu anggota Teater Kosong.
           

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna Veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat.

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih bagi yang sudah bersedia berkomentar. Semoga makin ganteng dan cantik serta lancar rezekinya. Amiin!

REKRUTMEN TERTUTUP

14 Juli - 1 Agustus 2022