Minggu, 12 April 2015

Cerpen : Pemimpi
Cerpen karya Maulida N. dari Aksel 2 ini juga masuk kualifikasi di majalah OASE edisi Greyvolution lalu. Meski tak tampil di majalah lalu, tapi bisa tampil di blog OASE dong, hehehe.

Pemimpi
Karya: Maulida N.


Masa itu dimana aku belum mengerti apapun. Aku ingin tahu, dan aku akan tahu. Aku akan bertanya pada siapapun yang bisa aku bertanya kepadanya. Aku akan mencari orang lain ketika seseorang tak bisa memberiku kepastian. Tapi tak semudah itu, terkadang aku dibohongi. Tapi aku tidak tahu...............

            Suatu saat dimana aku sedang berada di suatu tempat yang dipenuhi hal menarik. Aku melihat sesuatu yang mengagumkan. Sesuatu itu bergoyang. Keren sekali. Ia bisa membuat manusia sepertiku memperebutkannya. Meskipun benda itu bukan hanya satu, namun jumlah manusia sepertiku jauh lebih banyak. Aku menarik seorang perempuan yang membawaku, dia adalah ibuku. Aku bertanya, “Apa itu? Sepertinya menyenangkan jika aku bisa memainkannya.” . “Baiklah, mari kita coba. Apakah kau akan menyukainya.”. Kami pun berjalan menuju sesuatu yang bergoyang itu. Aku semakin tertarik. Ternyata ia lebih tinggi dibanding dari tempat aku berdiri  semula. Aku mencoba menaikinya.Wah, sangat menyenangkan duduk disini. Menikmati semilir angin dan serasa terbang tinggi. 

Kutanya, “Siapa yang membuat ini? Begitu menyenangkan memainkannya.” “Orang ajaib lah yang membuat benda ini. Dia adalah ilmuwan!” “Baiklah, ketika aku dewasa nanti, aku akan menjadi seorang ilmuwan dan membuat hal menyenangkan lainnya.” Ibuku hanya bisa tersenyum.

            Pada lain masa, ketika aku berumur 8 tahun. Aku masih ingat dengan begitu jelasnya. Waktu itu aku bermain bersama kakakku di lantai atas. Kami berkejaran. Hingga aku menuruni tangga dengan cerobohnya. Aku terpeleset, banyak darah yang keluar dari mulutku karena pada waktu itu aku jatuh dan daguku menabrak lantai dasar. Aku menangis. Dengan sigap ibu datang menolongku. Dibawanya aku ke rumah sakit. Seorang berbaju putih dengan senyum yang hangat memeriksaku dan memberiku obat untuk kesembuhanku. 

Kutanya pada ibu, “Seorang berbaju putih tadi itu siapa, bu?”. Ibuku menjawab “Dia adalah seorang dokter.” “Apakah dia baik?” “Tentu. Seorang dokter pastinya baik karena dia menolong orang yang sedang sakit sampai orang itu sembuh.” Jelas ibuku. Baiklah, pada saat itu aku memimpikan kelak nanti aku dewasa, aku akan menjadi seorang dokter. Ya, seorang malaikat penolong.

            Waktu terus berjalan, akhirnya aku duduk di bangku kelas 6 tingkat sekolah dasar. “Dek, kamu harus lebih tekun dalam belajar. Lihat ini, tryout sekolah saja kamu mendapat ranking 98. Pokoknya, ibu akan mencarikan guru les privat buat kamu.” Omel ibu kepadaku sewaktu ia menemukan hasil tryout yang sengaja kusembunyikan. Ini bukan pertama kalinya aku mendapat nilai buruk. Sewaktu kelas 4, aku berhasil menduduki peringkat terakhir di kelas dan ibu hanya menasihatiku agar rajin belajar.

Aku lebih sering menghabiskan waktuku untuk tidur, bermain game, dan menonton tv. Kini, ibuku sangat mengkhawatirkanku saat aku menginjak bangku terakhir tingkat sekolah dasar. Parahnya lagi, nilai ujian nasional murni digunakan untuk mendaftar ke jenjang pendidikan berikutnya. Ibu sangat ingin aku diterima di sekolah favorit di kota. Mau tidak mau, untuk membuat ibu bangga, aku harus mendapat nilai yang memuaskan. Ada beberapa guru privat yang di pesan ibu untuk mengajariku. Aku bosan. Suatu ketika, aku bertanya pada Mbak Deby, begitu aku memanggilnya, “Enak nggak mbak, jadi guru? Pasti ngebosenin banget deh.” “Mmm... Ya buat aku sih enak enak aja. Kalo ngebosenin, enggak juga sih dek, jadi guru itu nyenengin kok, ketika guru bisa mendidik murid-muridnya sampai akhirnya ia menjadi seorang yang sukses, pasti ada kebahagiaan tersendiri. Kita enggak nuntut lebih kok. Makanya, guru itu disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.” jelas mbak Deby kepadaku. “Aku baru tau tuh, ternyata jadi guru itu hebat, ya?” Dan sejak saat itu, aku ingin menjadi seorang guru agar dapat mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara sesuai tujuan NKRI. Sejak saat itu saya selalu mencari tau lebih jauh ingin menjadi apa saya nanti.

            “Itulah cerita saya tentang cita-cita. Terimakasih atas perhatiannya.”

            “Jadi apa cita-cita yang ingin kamu capai nanti?” Tanya Ibu Yanti, pembimbing mata pelajaran bahasa Indonesia di kelasku.

            “Sebenarnya, saat mulai mengerjakan tugas ini, saya bingung, apa cita-cita saya. Tapi, setelah saya memantapkan hati dan pikiran saya tentang cita-cita saya, yang biasanya cita-cita itu lebih didekatkan dengan ‘mau jadi apa saya nanti’ saya tidak lagi mementingkannya, tetapi bagi saya mau jadi siapa saya nanti.” Suasana kelas seketika menjadi hening.

            “Apa yang akan menjadi profesi seseorang di masa depan, itu tidaklah begitu penting tanpa dapat berguna bagi orang lain. Saya telah bertanya pada diri saya sendiri. Dan akhirnya, saya dapat menjawabnya sekarang.”

“Saya ingin menjadi siapa saya, saya yang bisa berguna bagi Tuhan dan orang lain, yang bisa mengasihi tanpa pamrih, yang merasakan duka bersama mereka yang berduka, yang bisa membuat banyak senyum tulus dari hati mereka. Saya yang selalu ada untuk orang-orang di sekitar saya. Saya yang selalu bisa berterimakasih untuk suatu hal kecil sekalipun. Saya yang selalu bisa menghargai apa yang telah orang lain perbuat, untuk saya. Saya yang selalu bisa mengajarkan kebaikan kepada orang lain. Dan yang terpenting, saya yang selalu bisa menerima keluarga saya, teman-teman saya, dan apa yang diberikan Tuhan untuk saya, apapun itu.”

Tepuk tangan yang sangat meriah terdengar dari ruang kelas X IS 4. Mereka semua berteriak, “Keren bangeettt!”

***

Jadi, teman-temanku...... Cita-cita kalian pasti ingin menjadi seorang yang sukses. Begitu pula aku.  Tidak mungkin ada diantara kita yang tidak ingin sukses. Apapun cita-cita kita, bagaimanapun hidup yang kita jalani. Bergunalah kita dalam kehidupan ini. Karena kehidupan ini hanya sekali. Jadikan itu yang terbaik yang pernah kita jalani J

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna Veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat.

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih bagi yang sudah bersedia berkomentar. Semoga makin ganteng dan cantik serta lancar rezekinya. Amiin!

REKRUTMEN TERTUTUP

14 Juli - 1 Agustus 2022