PENMAS LAWU: “TOGETHER WE’LL HIKE, FOREVER WE’LL SHARE”
(Bayangin) Dengan udara yang dingin, tak lupa bawa jaket plus senter yang notabene jalannya amat gelap, peserta melewati jalan berbatu dan menanjak yang pada malam hari oksigen itu makin tipis (berebut sama tumbuhan). Tapi gak menyurutkan langkah mereka lho untuk menaklukan puncak 3265 m dpl itu.
Walaupun habis hujan, dengan tekat kuat peserta berjalan menuju tujuan pertama, POS I. Memang apabila akan ke POS I jalan masih terbilang “landai” (agak nanjak tapi cukup melelahkan), nah menuju ke POS II rintangan makin sulit aja, jalan yang didominasi batuan dan jalurnya cukup panjang membuat sebagian peserta harus menghentikan perjalanannya ke puncak karena suhunya makin dingin. Eits, perjalanan menuju POS II peserta bisa melongok ke atas dan (waw....!!) banyak bintang bertaburan dan berkelap-kelip, sangatlah cantik langit saat itu. Sampai di POS II peserta beristirahat sambil makan dan minum teh hangat.
Kemudian, peserta yang tersisa menuju POS III. Perjalanan ke POS III menurut GOVA disebut “Tanjakan Cinta”, pengen tahu kenapa? Makanya ikutan dong lain kali. Lalu dilanjutkan menuju POS IV yang jalannya SUPER nanjak, kontan aja deh para peserta jalannya merangkak dan baru berjalan beberapa meter aja langsung duduk dengan nafas terengah - engah dan ngantuk.. Gak cuma itu, banyak peserta harus gak sabar untuk ngliat sunrise yang dijadwalkan 04.30, padahal waktu sudah menunjukkan 04.15, saat itu semua baru berada di tengah perjalanan ke POS IV. Banyak dari peserta yang memisah dari kloternya dan membuat kloter sendiri untuk segera ngliat sunrise. Di tengah perjalanan peserta bisa liat gemerlap lampu yang masih menyala di dunia bawah sana.
Pukul 04.41, sebagian peserta sudah sampai di POS IV dan lihat!!! SUNRISE!!!! Tak apalah dengan ditutupi sedikit awan tapi gak ngurangin keindahannya. Bagaikan secuil surga dunia. “Huh, perfect! capek langsung terbayar”, kutip salah satu peserta ketika motret sunrise. Jika kalian ngliat ke bawah isinya hanya hamparan awan yang luas. Anehnya, di POS IV ini ada sebuah warung dan sendang yang namanya Sendang Drajat. Di sana peserta makan dan istirahat.
Lalu peserta melanjutkan ke puncak pukul 06.45, jalannya amat sempit, terjal dan tak jauh dari POS IV. Huh, akhirnya sampai juga di puncak dengan selamat. Histeria dan euforia peserta sangat luar biasa. Kalau udah di puncak rasanya gak mau turun dan berasa ”di atas awan”. Ehm, begitu indah kuasa Tuhan!!!
Setelah menikmati keindahan itu peserta turun dan berkemas-kemas. Lalu, peserta turun pukul 08.30. Walaupun kaki udah sakit dan capek peserta turun dengan diselimuti kabut yang agak tebal. Huh akhirnya, semua dapat dilalui dengan selamat dan sampai di Basecamp sekitar pukul 15.00. Dan kita pulang pukul 17.00 dan sampai di SMANSA pukul 20.00. Menurut salah satu peserta, Tezar,” Rasanya seneng, dapet temen baru, bisa menikmati alam yang gak ada di Solo, sebaiknya dikasih sosialisasi Penmass agar pesertanya tambah banyak.” Hal senada juga dinyatakan seorang panitia, Adi Ruswandi,” Capek tapi puas, nggak nyangka, kirain yang ke puncak dikit ternyata banyak.” Udah puaskan??? So, guys itulah liputan dari Penmass sampai jumpa di Penmass selanjutnya!!!!! (D@n)

lha fotonya penmas?
BalasHapusSemoga penmas 2011 berjalan lancar :)
BalasHapusDi blog MG juga sudah ada postingnya di sini