Kamis, 03 Juni 2010

What's Hipe?
Ini dia nih sederetan komunitas yang lagi ngetren di kalangan anak muda. Mau tahu apa aja?

Jas Merah
Hayoo, kalian masih ingat nggak dengan slogan Bung Karno yang satu ini? Tapi, bukan itu yang akan OASE bahas kali ini. Mau tahu? Oke deh, kita kasih ulasannya. Berawal dari seminar yang diadakan di kediaman Ibu Krisnina Akbar Tanjung, muncullah inisiatif untuk membuat suatu komunitas baru. Nah, sejak saat itulah jadilah Remaja Solo Melek Sejarah (Jas Merah). Menurut penuturan Divisi Komunikasi dan Publikasi, Atyanta Henggar, anggota komunitas ini merupakan perwakilan dari setiap SMA Negeri di Solo, SMA Muhammadiyah 1 dan SMA Batik 1 Solo. Sedangkan ketua sukunya yaitu Daniel Revelino (SMA N 1 Surakarta). Eits, meskipun komunitas ini baru dibentuk Februari silam, tapi rencananya mereka akan mengadakan pameran fotografi di Pendhapa ISI Solo pada bulan Juni ini.

Cordão de Ouro Indonesia - Solo


“Parana e, parana e, parana…” Mungkin kalian udah nggak asing dengan soundtrack film Only the Strong ini. Yak betul, Capoeira. Seni bela diri Brazil yang kerap perform di Ngarsopuro setiap malam Minggu ini punya banyak groupo alias kelompok. Cordão de Ouro (CDO) salah satunya. Groupo yang didirikan oleh Mestre Suassuna sejak 1 September 1967 ini baru aja meresmikan cabangnya di Solo pada awal Maret ini. Wah, congrats ya! Fyi, sejauh ini CDO Indonesia udah membuka banyak kelas, seperti di Jakarta, Surabaya, Bogor, Jogja, Kediri, Ngawi and recently Solo. Terlebih lagi, CDO merupakan groupo yang menciptakan Miudinho, yakni teknik gerakan yang lebih pelan dari Regional namun sedikit lebih cepat dari Angola. Buat kalian yang pengen gabung, datang aja ke latihan yang dimulai pukul 16.00, setiap Senin dan Rabu di Taman Budaya Jawa Tengah, atau Senin dan Kamis di halaman Fakultas Ilmu Komunikasi UMS, serta hari Jumat di Lapangan Rektorat ISI.

Lomographic Society Solo

Tentunya kalian udah nggak asing lagi begitu dengar nama yang satu ini. Leningradskoye Optiko-Mechanichesckoye Obyedinenie atau yang akrab disapa LOMO adalah pabrik yang memproduksi lensa untuk alat-alat kesehatan, alat-alat persenjataan, dan kamera yang berada di St.Petersburg, Rusia. Matthias Fiegl dan Wolfgang Stranzinger, merupakan dua mahasiswa yang memiliki andil besar dalam perkembangan kamera LOMO. Sampai akhirnya mereka mendirikan The Lomographic Society di Vienna. Saat ini, klub tersebut menampung lebih dari 500.000 lomografer, termasuk di Indonesia. Kamera LOMO ada beberapa jenis, seperti Holga, Diana, LCA, Fisheye, Frogeye, Pop9, Lubitel, Oktomat, Super Sampler, Action Sampler, Horizon Kompakt, Horizon Perfekt dan Colorsplash. Ada yang pake film 35, tapi ada juga yang masih pake film 120. Untuk wilayah Solo dan sekitarnya, komunitas pecinta kamera LOMO bernama Lomographic Society Solo yang dikoordinir oleh Kesturi Haryunani dan Ika Setiawan. Lebih jauh lagi, komunitas yang beranggotakan sekitar 15 orang ini nggak semuanya wajib punya kamera LOMO lho! Tahu kenapa? Karena disini kita menjunjung tinggi nilai saling mengasihi dan saling meminjami. Hahaha. (rida)

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna Veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat.

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih bagi yang sudah bersedia berkomentar. Semoga makin ganteng dan cantik serta lancar rezekinya. Amiin!

REKRUTMEN TERTUTUP

14 Juli - 1 Agustus 2022